*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! ***

 *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***

 

 

Ketidakjujuran adalah Sumber Malapetaka !

 

 

Yanti, 29 thn, Karyawati, Pasar Minggu, Jakarta. 20 Mei 2005.

 

Mas Idan, mohon sarannya. Kadang-kadang saya merasa suami saya tidak jujur mengenai teman-temannya. Sebetulnya saya tidak keberatan dia berteman tapi yang aneh, suami saya setiap hari selalu sms-an dengan temannya itu. Mereka bekerja paruh waktu di suatu perusahaan, dan setiap masuk ke kantor itu mesti janjian dulu. Padahal, masing-masing punya urusan tapi kenapa harus selalu berdua?

 

Sebelum kami menikah dulu, suami saya juga punya teman dekat laki-laki yang katanya dulu mereka pernah mandi bareng waktu musim dingin di luarnegeri sana waktu mereka kuliah. aku sudah merasa aneh, tapi aku pikir itu karena dia kelewat cuek. Lama-lama karena menurutku cuma buang waktu dan uang untuk sekedar sms-an setiap hari dengan temannya itu lagipula dia tidak bekerja, aku melarangnya.
 

Dia tidak berhubungan lagi dengan temannya yang ada di lain pulau itu. Sekarang sepertinya penyakitnya kambuh lagi dia tidak bisa lepas dari teman barunya ini. Memang sih tidak sampai melakukan sesuatu yang mengarah ke sex, tapi ketergantungan keberadaan temannya itu. Oh iya, suatu waktu dia pernah kehilangan selera untuk berhubungan, saya tanya apakah ia punya kelainan sex? dia bilang tidak. apa aku kurang menarik? tidak juga katanya. Ia punya keinginan tapi tidak bisa melakukan  menurutnya...............?
 

 

 

MasIdan.

 

Ketidakjujuran adalah penyebab malapetaka ?

 

Ketakjujuran yang ada dalam rumah tangga, menjadi sangat sulit untuk bisa dipahami. Bagaimana tidak, jika diluar rumah sudah sangat sulit ditemukan yang dinamakan kejujuran itu. Dan ketidakjujuran diluar rumah kita bagai sebuah kebutuhan yang seakan harus ada, dan tak bisa kita hadapi serta hindari. Ini bisa dimaklumi, mengingat ketidakjujuran bagai sebuah kenyataan yang ada dalam masyarakat kita, dan kitapun tak mampu bisa berbuat apa dengan ketidakjujuran yang ada.

 

Inilah yang menjadi sulit dipahami jika dalam rumah tangga kita sudah menjadi bagiaan kebohongan-kebohongan yang ada dalam masyarakat kita. Hal ini dikarenakan, kebohongan dalam masyarakat sampai saat ini masih sulit untuk bisa dibongkar, akibat kultur yang ada terlalu kuat mencengkeram masyarakat kita. Nah..! kemudian kalau kita coba mencari benang merah dari kebohongan masyarakat kita, maka yang terjadi dalam masyarakat kita adalah korupsi seakan bagai bagian dari hidup mereka, kekerasan seakan bagai pilihan yang menjadi keharusan, dan kelambanan majunya tingkat ekonomi mereka tak lepas dari kebohongan-kebohongan yang ada pada mereka.

 

Semua seakan bisa eksis atau menjadi terhornat jika mereka bisa melakukan kebohongan demi kebohongan yang nyata. Semua seakan bisa menang dan mendapatkan tempat, jika bisa melakukan kebohongan dan kemunafikan. Maka yang banyak terjadi selanjutnya adalah mudahnya siapa saja mengumbar amarah, mudah siapa saja mengamuk serta merusak apa saja, dan juga tak kalah menariknya, adalah seakan siapa saja merasa puas jika belum ada perkelahian dan jotos-jotosan, seperti yang sering terjadi di gedung dewan terhormat atau musyawarah-musyawarah yang dilakukan partai-partai dalam masyarakat bangsa kita ini. Mereka seakan belum merasa puas kalau belum terjadi apa yang dinamakan kekerasaan itu.

 

Inilah kenyataan yang banyak terjadi dalam masyarakat bangsa yang tercinta ini. Mereka semua tak menyadari, kenapa mereka semua seakan begitu suka dengan jotos-jotosan, perkelahian, dan kekerasaan. Lha wong para pemimpinnya saja sudah mempunyai watak dan kepribadian seperti itu apalagi masyarakatnya, sehingga semua seakan diajarkan tentag perlunya sebuah kekerasan dan kekerasan. Opo...Tumon..! mbak ! kalau sudah begini kenyataannya.

 

Namun anehnya mereka tidak menyadari, kenapa mereka bisa terperangkap dengan kekerasan demi kekerasan (gontok-gontokan dan mengumbar amarah yang tiada batas etika). Mereka semua tidak menyedari kenapa mereka merasa terdorong untuk melakukan itu semua. Mereka semua seakan tidak pernah tahu, kenapa semua harus melakukan itu semua ? Mereka semua tidak pernah tahu dan menyadari bahwa sumber dari segala sumber yang telah menjadikan mereka menjadi seperti itu, tak lain dan tak bukan adalah hanyalah sebuah ketidakjujuran yang telah merasuki hati mereka semua.

 

Ketidakjujuran yang menyebabkan banyak dari mereka menjadi munafik dan sangat licik. Ketidakjujuran yang membuat mereka menjadi serakah dan sombong. Ketidakjujuran yang membuat mereka menjadi tak punya hati dan nurani. Tak mau tahu apakah mereka adalah orang bulukan, bawahan, pejabat, agamawan, kyai atau preman sekalipun. Semua seakan telah dihinggapi oleh nurani yang telah banyak dikotori dengan ketidakjujuran dan kebohongan. Namun aneh bin ajaib, semua tidak tahu pokok permasalahan yang telah menjadi sumber dari itu semua. Sumber masalah yang tak lain dan tak bukan adalah ketidakjujuran alias kebohongan yang nyata-nyata ada.

 

Itulah efek-efek yang telah banyak menyebabkan berbagai masalah yang tak lain dan tak bukan sebanarnya akan merugikan kita semua, semuanya termasuk diri dan keluarga kita.

 

 

Runah Tangga harus didirikan di atas Kejujuran !

 

Itulah efek-efek dari sebuah ketidakjujuran, keadaan bangsa saja menjadi carut marut, apalagi hanya sebuah rumah tangga, yang kecil dan lemah ini. Ketidakjujuran tentu saja akan membuat bangunan sebuah rumah tangga menjadi mudah keropos dan mudah goyah. Bagaimana tidak jika ketidakjujuran saja pasti akan menimbulkan kesalahpahaman dan kekurangpahaman terhadap sesuatu yang terjadi. Belum nantinya jika ketidakjujuran telah menjadi kemunafikan dan pengkianatan, tentu saja sulit rasanya rumah tangga yang sudah berdiri kokoh itu bisa tidak goyah karenanya. Dan tentu saja akan banyak efek yang akan ditimbulkannya akibatnya. Dan tentu saja efek tersebut akan tidak menguntungkan kelangsungan rumah tangga tersebut.

 

Namun harus diketahui pula bahwa untuk menegakkan ketidakjujuran itu, haruslah dengan hati yang dingin dan penuh kebijaksanaan. Menegakkan kejujuran itu haruslah diimbangi dengan kasih sayang yang sejati. Menegakkan kejujuran itu haruslah dilandasi dengan rasa kasih dan mengasihi. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan amarah diri yang tiada arti. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan tindakan yang asal menuduh tanpa rasa kasih. Karena menegakkan kejujuran itu harus dengan nurani dan diperlukan pemahaman yang tinggi.

 

Kita harus bisa memahami bahwa ketidakjujuran sudah berkeliaran kemanapun kita akan pergi. Untuk itu, bisa jadi, semua orang tak menyadari bahwa ketidakjujuran itu akan membawanya kepada hidup yang tiada arti.

 

Inilah yang kami kawatirkan terjadi pada suami anda. Suami anda serasa tidak menyadari bahwa kejujuran itu menjadi sangat berarti, ketika rumah tangga ini harus tegak dan berdiri. Mungkin bisa jadi, akibat diluar sudah banyak ketidakjujuran maka tanpa terasa, ketakjujuran itu terbawa juga sampai di rumah anda. Andapun menjadi kelimpungan dibuatnya. Namun bisa jadi, suami anda tidak merasakan ini semua. Bisa jadi suami anda hanya mereasakan masalah yang lainnya. Masalah yang sangat mungkin tidak berhubungan dengan sebuah kejujuran. Namun masalah yang tidak sadar di sebabkan oleh ketidakjujuran itu sendiri. Sehingga keadaan ini menjadikan sangat mudah memunculkan kesalahpahaman-kesalahpahaman yang bisa memancing masalah tersendiri.

 

Kemudian kesalahpahaman demi kesalahpahaman, tidak menutup kemungkinan merembet kepada masalah-masalah lainnya. Entahlah, banyak hal yang bisa mengakibatkan masalah seakan bisa merembet kemana-mana, entah menjadi pemborosanlah, melakukan sesutu yang tak bergunalah, menjadi memunculkan kecurigaan-kecurigaan yang lainlah, dan masih banyak masalah-masalah lain yang bisa dimunculkan akibat kesalahpahaman-kesalahpahaman yang tak segera di selesaikan. Maka, kalau sudah begini adanya, tentu saja rumah tangga ini akan mudah mengalami goncangan dan pertentangan, padahal semua terjadi hanya gara-gara kesalahpahaman belaka. Kesalahpahaman-kesalahpahaman yang kalau dicari ujung pangkalnya, tak lain dan tak bukan hanyalah berawal dari ketidakjujuran yang telah terjadi selama ini.

 

Maka tidak ada cara lain yang bisa untuk menegakkan bangunan rumah tangga ini, keculi ada usaha menegakkan kembali sebuah ketidakjujuran yang telah terjadi. Menegakkan sebuah kejujuran itupun tidak bisa dilakukan dengan semena-mena dan penuh emosi. Sebab itu semua menjadi tidak akan membawa arti. Sebab tidak ada jalan lain pula untuk menegakkan kejujuran dalam sebuah rumah tangga, kecuali dengan sikap yang dingin, penuh pemahaman, penuh rasa kasih yang dalam, penuh kebijakan nurani, saling memberi dan bukan hanya untuk mencari menangnya sendiri dan benarnya sendiri.

 

 

Perlu dicari Tahu dulu apa yang Sebenarnya Terjadi pada Suami ?

 

Sebelum menentukan langkah atau kebijakan sebaiknya memastikan dulu apa yang sebenarnya terjadi pada suami anda itu. Ini harus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebab berprasangka tentang sesuatu yang tidak pasti hanya akan menjadikan masalah tidak akan terselesaikan dengan tuntas. Dan untuk mengetahui akan kebenaran yang terjadi, sebaiknya tidak anda yang melakukan sendiri. Ini untuk menjaga agar suami merasa tidak terkekang kebebasan yang selama ini dilakukannya.

 

Untuk mengetahui kebenaran yang terjadi, sebaiknya anda menyuruh seseorang yang dapat dipercaya dan mampu melakukan tugas yang diberikan itu. Mungkin ini akan butuh biaya untuk melaksanakan rencana tersebut. Namun besar biaya berapapun yang akan dikeluarkan untuk itu, tetap masih lebih ternilai dengan kelangsungan rumah tangga anda ke depan. Syukur-syukur kalau kita mampu menunjukan bukti-bukti yang tidak mungkin bisa disanggahnya, jikalau ternyata suami anda mengelak akibat ketakutan atau yang lainnya.

 

Kemudian kalau kita sudah tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, maka anda harus menata hati dulu untuk mencoba meluruskan kembali kesalahan dan kebohongan yang terjadi. Janganlah mencoba memulai sesuatu pembicaraan ataupun yang lainnya dengan suami anda itu dengan amarah-amarah yang tak terkendali. Sebab banyak hal yang menjadi tak berarti jikalau sesuatu perbaikan atau komunikasi yang dilakukan dalam rumah tangga itu dilakukan dengan emosi dan amarah yang tak terkendali. Untuk itu jika anda masih diselimuti rasa marah dan emosi sebaiknya tahan dulu untuk memulai pembicaraan masalah pribadi rumah tangga anda itu. Tatalah hati anda sampai anda mampu memahami dan mengerti mengapa semua harus terjadi, seandainya itu benar-benar terjadi.

 

Belajarlah bersikap bahwa jika ada kesalahan yang dilakukan suami, maka sebenarnyalah anda jika ikut andil dalam terjadinya kesalahan yang terjadi. Sebab begitulah rumus yang ada dalam sebuah rumah tangga. Semua seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dan semua juga merupakan sebuah tanggung jawab bersama. Untuk itu, jika terjadi rasa saling menangnya sendiri dan saling benarnya sendiri, maka yang terjadi hanyalah keadaan yang tidak bisa memahami dirinya sendiri. Tidak bisa memahami bahwa semua adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa memahami bahwa mereka sudah menjadi bagian satu dengan yang lain, dan bukan diri sendiri.

 

Dan kalau anda sudah merasa siap melakukan pembicaraan pribadi, maka sudah saatnya kita mulai pembicaraan dengan penuh kasih dan sayang. Pembicaraan yang berusaha mengungkap kejujuran demi kejujuran. Pembicaraan yang mulai mengarah ke perbaikan-perbaikan diri, semuanya, anda dan suami. Mulailah berpandangan bahwa masalah sebenarnya bukanlah masalah ( untuk lebih lengkapnya Klik >>> Masalah Pada Dasarnya Bukanlah Masalah ! ). Percayalah pada pandangan, bahwa semua pasti bisa diperbaiki dan kebahagian sejati bisa dibangun kembali !

 

Katakanlah kepada suami anda, mengapa melakukan itu semua. Dan beri jaminan kepada suami anda itu, untuk tidak akan menyalahkan dirinya sendiri dan berjanji akan memahami apa yang telah terjadi. Usahakan kejujuran itu dapat mengalir dari jiwa sang suami, walau mungkin bisa sangat menyakitkan hati. Berusahalah untuk tetap tenang dan serasa selalu bisa memahami, walau mungkin hati yang ada di dalam diri ini serasa mau meledak dan menangisi. Berusahalah bersikap bijak dan tenang, seperti yang telah dilakukan pada bu Tila terhadap anaknya yang sedang dirundung masalah itu ( Klik >>> Anakku Terjerumus Narkoba ! , dan tirulah sikap bijak yang dilakukan bu Tila itu )

 

 

Sebagai Istri tak harus pasif dalam usaha pemenuhan biologis ?

 

Inilah kesalahan sekaligus masalah yang sangat sering terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Yaitu adanya pandangan, bahwa si istri harus bersikap pasif dalam rangka menjaga keseimbangan kebutuhan biologis atau sex. Semua seakan menunggu permintaan suami. Padahal keadaan ini, lama kelamaan menjadi sebuah kejenuhan yang akan terjadi pada diri suami. Padahal, jika semua merasa punya hak untuk melakukan itu, maka ini akan menjadi sebuah nilai yang sangat berarti di hadapan suami. Suami merasa dihargainya posisinya, dalam hidup pada rumah tangga itu. Kemudian keadaan ini malah menjadi sebuah nuansa sendiri di hadapan suami untuk menghindari sifat manusia yang sangat mudah mengalami suatu kejenuhan.

 

Untuk itu, cobalah untuk aktif dalam masalah ini, terutama di saat-saat tertentu, ketika si suami baru mengalami kejenuhan dalam masalah pemenuhan biologis atau sex. Dengan ijinnya, tentu saja, cobalah anda melakukan sesuatu yang mungkin menjadikan gairah suami anda meningkat kembali. Apalagi masalah ini, ada baiknya perlu didiskusikan mengenai cara atau yang lainnya, yang sangat memungkinkan suami anda bergairah kembali kepada anda. Masalah ini tentu saja yang tahu kalian sendiri. Namun yang jelas bagaimana cara kita bisa menumbuhkan gairah itu lagi, muncul kembali. Sebab itu semua bagian terpenting yang harus terjadi dalam sebuah rumah tangga. Dan tanpa itu semua, kami tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada rumah tangga itu. Inilah juga yang kami maksud dengan saling memberi dan mengasihi terhadap suami ataupun juga kepada istri !

 

Hal ini harus dijaga dan diusahakan keberadaan saling memberi dan mengasihi seperti yang di atas. Sebab, mohon maaf, jangan sampai anda kalah dengan " hantu-hantu" cantik ataupun ganteng yang bergentayangan di lingkungan, di mana anda tinggal. Hantu-hantu yang terlihat cantik yang sudah ditinggal suami, karena mereka memang sudah menakutkan untuk bisa di ajak hidup bersama lagi. Hantu-hantu cantik yang selalu akan menebar pesona dan daya tarik, hanya demi ingin merusak rumah tangga orang. Hantu-hantu cantik yang memang sudah tak punya harga diri. Hantu-hantu cantik yang hatinya hanya dipenuhi dendam-dendam pribadi. Hantu-hantu yang sebenarnya tak bisa menikmati lagi hidupnya, kecuali hanya terpuaskan dendamnya itu. Untuk itu janganlah kalah dalam pesona dan daya tariknya, karena anda masih mempunyai harga diri. Sebab mereka tidak ada apa-apanya kecuali hanya sebagai hantu belaka, yang hanya pantas untuk menakuti dan berbuat onar ini. Lakukan sesuatu agar anda tidak kalah dengan hantu-hantu yang banyak berkeliaran di dalam masyarakat bangsa ini.

 

Banyak di antara Kita pasti mengalami, maka wajarlah untuk dijalani !

Mari kita Bangun Kebahagian Sejati !

Selamat menentukan sendiri hidup ini !

Selamat mencoba dan memulai !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !