Hidup adalah Ujian !

 

Kunci sukses-tidaknya hidup sangat ditentukan dengan pandangan hidup yang bersangkutan. Pandangan hidup adalah bentuk dari bagaimana sesorang akan berprilaku dan bersikap. Jadi prilaku seseorang tak lebih dan tak kurang adalah wujud dari pandangan hidupnya itu sendiri. Pandangan hidup yang merupakan pola pikir yang ada pada jiwa seseorang tersebut. Oleh karena itu, dapat dipastikan kesuksesan hidup, apapun juga : karier, jodoh, materi, kebahagian, keluarga, dan bermasyarakat, sangat berhubungan dengan pandangan hidupnya untuk meraih semuanya itu.

 

Tidaklah mungkin orang yang pandangan hidupnya selalu dibayangi dengan kepesimisan dan ketidaktahuan tentang strategi hidup, akan mendapati banyak keberhasilan dalam hidupnya. Inilah yang banyak tidak diketahui sebagian besar orang, yang sebenarnya menginginkan mendapat banyak keberhasilan dalam hidupnya.

 

Inilah juga, yang sebenarnya menjadi kunci sukses hidup, yang tak lain dan tak bukan adalah keoptimisan hidup itu sendiri. Keoptimisan hidup yang harus dibarengi dengan pola pikir, pandangan, strategi, dan prilaku yang selalu optimis menghadapi hidup. Tanpa syarat itu semua, tidaklah mungkin orang bisa mendapatkan banyak kehidupan dalam hidupnya.

 

Akan tetapi untuk menuju suatu proses menjadikan hidup yang selalu optimis ini, tidaklah nudah dan gampang. Banyak ujian dan kendala untuk menuju ke sana. Namun sayang, banyak yang telah mencobanya dan menyerah di tengah jalan, akibat dari ketidakbisaan menikmati ujian dan kendala yang sedang diterimanya. Mereka umumnya, sudah dapat menerima keadaan yang dianggapnya sudah cukup mengenakan dan menyenangkan. Sikap menyerah akibat ketidaksiapan diri dan ketidaktahuan diri dari sebuah makna yang ada di balik ujian dan kendala itu.

 

Mereka kebanyakkan tidak tahu, bahwa ujian dan kendala hidup itulah yang menjadi jalan menuju perbaikan dan kesuksesan hidup itu. Mereka tidak sadar atau mungkin tidak tahu tentang itu, sehingga mereka cenderung menghindar dan mundur, dari pada menghadapi ujian dan kendala hidup itu. Walau mungkin suatu ketika, mereka dihadapkan pada ujian dan kendala yang ringan-ringan, dan merekapum tidak menyadarinya telah melaluinya. Melaluinya dengan keadaan terpaksa dan memaksa untuk dilaluinya. Akan tetapi sayang mereka tidak menyadari itu semua, sehingga mereka seakan tidak mendapatkan apa-apa dari itu semua.

 

Ada juga sebagian yang lain menyikapi hidup ini dengan sikap yang cenderung berusaha cari mudahnya, cari enaknya, dan tidak mau mendapatkan dengan susah-susah. Sikap dan pandangan seperti ini, tidak disadarinya, telah membawa dirinya selalu melihat dengan pesimisme semua jalan hidup. Bagaimana tidak, jika mereka kemudian dihadapkan dengan banyaknya kesulitan yang akan dihadapinya. Bagaimana tidak, jika mereka kemudian harus dihadapkan dengan ketatnya persaingan hidup ini. Bagaimana tidak, jika mereka akan menemui banyak kendala dan masalah yang harus dilaluinya, jika harus meneruskannya.

 

Padahal mereka tidak sadar bahwa hidup ini adalah belajar. Belajar untuk selalu belajar memahami dan mengetahui masalah yang selalu akan dihadapinya itu. Bagaimana kita akan banyak belajar hidup kalau kita tidak mau menghadapi segala masalah hidup ini. Bagaimana kita akan belajar banyak masalah hidup, jika kita selalu melihat masalah dengan penuh kepesimisan diri. Bagaimana kita mau berkembang dan tumbuh, jika kita takut dengan masalah dan bayangan yang telah kita buat sendiri ini. Bagaimana kita mau berkembang dan tumbuh, kalau kita sudah takut sebelum menghadapi.

 

Persoalan yang sering terjadi pada kebanyakan mereka adalah menganggap terlalu berat ujian yang harus diterimanya, jika mereka menghadapi ujian dan kendala. Sikap dan pandangan inilah yang kemudian menjadi terbiasakan. Lalu karena sudah menjadi kebiasaan, maka mereka sering mudah terjebak dengan sikap yang mau enaknya sendiri, mau mudahnya sendiri, menjadi seorang pengecut dalam hidup, mau yang gampang-gampang saja, dan sebagainya, dan sebagainya. Kemudian jika sudah mampunyai sikap dan pandangan seperti ini, maka yang akan terjadi tak lain dan tak bukan adalah kemandekan hidup itu sendiri. Suatu kemandekan hidup yang sangat sulit sekali berkembang. Suatu kemandekan yang menjadikan mereka mudah tersingkir sebelum memasuki persaingan hidup yang semakin ketat ini. Suatu kemandekan yang mengakibatkan mereka menyerah atau bahkan mundur karena keadaan yang menyulitkan dirinya sendiri itu.

 

Sikap-sikap hidup yang mandek yang mudah menyerah kepada kekuatan sistem yang menekannya. Mudah menyerah atau bahkan mundur akibat sistem ( baca : lingkungan ) yang kurang kondusif terhadap dirinya. Kurang mampu melakukan efaluasi dan koreksi diri terhadap sistem yang menolaknya. Kurang mampu beradaptasi atau menyesuaikan dengan lingkungannya. Kurang mampu berinisiatif dan kreatif menyikapi hidup yang terus berkembang ini. Terus dan terus mudah tersingkirkan, terpingirkan, mudah kalah sebelum bertanding, dan selalu mendapatkan kesulitan demi kesulitan akan masalah hidup yang terus dihadapinya ini. Inilah sebuah kehidupan yang nyata-nyata menjadi mandek dan berhenti tak bergerak sama sekali.

Selengkapnya ..... ?

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !